Obat Berkhasiat Hipoglikemik

Pedoman Diabetes - Jika pasien telah melakukan pengaturan makan dan kegiatan jasmani yang teratur tetapi kadar glukosa darahnya masih belum baik, dipertimbangkan pemakaian obat berkhasiat hipoglikemik ( oral / suntikan ), diantaranya :

Sulfonilurea

Obat golongan sulfonilure bekerja dengan cara :
  • Menstimulasi penglepasan insulin yang tersimpan.
  • Menurunkan ambang sekresi insulin.
  • Meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosa.
Obat golongan ini biasanya diberikan pada pasien dengan berat badan normal dan masih bisa dipakai pada pasien yang beratnya sedikit lebih.

Klorpropamid kurang dianjurkan pada keadaan insufisiensi renal dan orang tua karena resiko hipoglikemia yang berkepanjangan, demikian juga glibenklamid.untuk orang tua dianjurkan preparat dengan waktu kerja pendek ( tolbutamid, glikuidon ).Glikuidon juga diberikan pada pasien DM dengan gangguan fungsi ginjal atau hati ringan.

Biguanid

Biguanid menurunkan kadar glukosa darah tapi tidak sampai dibawah normal.Preparat yang ada dan aman adalah metformin.Obat ini dianjurkan untuk pasien gemuk ( Indeks Massa tubuh/IMT > 30 ) sebagai obat tunggal.Pada pasien dengan berat lebih ( IMT 27-30 ), dapat dikombinasi dengan obat golongan sulfonilurea.

Inhibitor Glukosidase

Obat ini bekerja secara kompetitif menghambat kerja enzim glukosidase di dalam saluran cerna, sehingga menurunkan penyerapan glukosa dan menurunkan hiperglikemia pascaprandial.

Insulin sensitizing agent

Thoazolidinediones adalah golongan obat baru yang mempunyai efek farmakologi meningkatkan sensivitas  insulin, sehingga bisa mengatasi masalah resistensi insulin dan berbagai masalah akibat resistensi insulin tanpa menyebabkan hipoglikemia.

Indikasi penggunaan insulin pada NIDDM adalah :
  • DM dengan berat badan menurun cepat/kurus.
  • Ketoasidosis, asidosis laktat, dan koma hiperosmolar.
  • DM yang mengalami stres berat ( infeksi sistemik, operasi berat, dan lain-lain )
  • DM dengan kehamilan / DM gestasional yang tidak terkendali dengan perencanaan makan.
  • DM yang tidak berhasil dikelola dengan obat hipoglikemik oral dosis maksimal atau ada kontra indikasi dengan obat tersebut.
Dosis insulin oral atau suntikan dimulai dengan dosis rendah, lalu dinaikkan perlahan-lahan sesuai dengan hasil glukosa darah pasien.Jika pasien sudah diberikan sulfonilurea ata metformin sampai dosis maksimal namun kadar glukosa darah belum mencapai sasaran dianjurkan penggunaan kombinasi sulfonilurea dengan metformin.Jika cara ini tidak berhasil juga, dipakai kombinasi sulfonilurea dan insulin. ( sumber : Kapita selekta Kedokteran )