Mengenal Penyakit Diabetes Insipidus

Mengenal Penyakit Diabetes Insipidus - Diabetes Insipidus adalah bentuk kelainan lobus poterior dari kelenjar hipofisis akibat defisiensi vasopresin, hormon antidiuretik ( ADH ). Diabetes Insipidus ditandai oleh polidipsia dan poliuria. Penyebab diabetes insipidus mungkin (1) sekunder yang berhubungan dengan trauma kepala, tumor otak, atau pembedahan ablasi atau iradiasi kelenjar hipofisis, juga infeksi sistem saraf pusat atau tumor metastasis ( payudara, paru ). (2) nefrologis yang berhubungan dengan kegagalan tubulus renalis berespons terhadap ADH. (3 ) Nefrogenik yang berhubungan dengan obat yang disebabkan oleh berbagai pengobatan ( mis., litium, demeklosiklin ); (4) pimer, hereditas, dengan gejala-gejala kemungkinan saat lahir ( kelainan pada kelenjar hipofisis ).

Penyakit ini tidak dapat dikontrol dengan membatasi masukan cairan, karena kehilangan volume cairan dalam jumlah yang besar berlanjut terus bahkan tanpa penggantian cairan sekali pun. Upaya membatasi cairan menyebabkan pasien mengalami suatu kebutuhan akan cairan yang tiada-hentinya dan mengalami hipernatremia serta dehidrasi berat.

Manifestasi Klinis

  • Poliuria : Pengeluaran urine harian dalam jumlah yang sangat banyak dengan urine yang sangat encer; berat jenis urine 1,001 sampai 1,005; biasanya mempunyai awitan yang mendadak, tapi mungkin secara tersamar pada orang dewasa.
  • Polidipsia : rasa sangat kehausan, 4 sampai 40 liter cairan setiap hari, terutama sangat membutuhkan air yang dingin.

 

Pengobatan

Sasaran dari terapi adalah untuk menjamin penggantian cairan yang adekuat, untuk menggantikan vasopresin, dan untuk mencari serta memperbaiki patologi intrakranial yang mendasarinya.

Penggantian Vasopresin

  • Desmopressin ( DDAVP ) diberikan melalui intranasal, dua kali pemberian per hari untuk mengontrol gejala.
  • Pemberian ADH intramuskular ( vasopresin tannat dalam minyak ) setiap 24 jam sampai 96 jam untuk mengurangi olume urine; rotasikan tempat suntikan untuk mencegah lipodistrofi.
  • Lypressin ( DIAPID ) diserap melalui mukosa nasal ke dalam darh; durasinya mungkin akan singkat pada pasien dengan penyakit yang parah.

 

Konservasi Cairan

  • Clofibrat, suatu preparat hipolipidemik, mempunyai efek antidiuretik pada pasien yang mempunyaisebagian vasopressin hipotalamik residual.
  • Klorpropamid ( Diabinese ) dan diuretik tiasid digunakan dalam bentuk ringan untuk memperkuat kerja vasopressin; dapat menyebabkan reaksi hipoglikemia.

 

Asal Nefrogenik

  • Diuretik tiasid, penipisan kadar garam ringan, dan inhibitor prostaglandin ( mis, ibuprofen, endometasin ).